Friday, September 2, 2016

Ora gratis

Cak Mukidi nyang pasar, mau kulineran rujak cingur yang penjualnya ibu-ibu asal Madura bertubuh montok bernama Bu Menik.

Mukidi: "Buk, rujak ssiji piro?”.

Menik: "Sepoloh rebu..cak..,”

Sakwise di bungkus, Cak Mukidi bayar karo duit Rp 20.000.

Menik, “Cak… tangan saya lagi belepotan, kembaliannya ambil sendiri di sini ya,”
(karo menunjuk belahan dada atas)

Tanpa ragu-ragu Cak Mukidi merogoh karena orang Madura memang biasa ndeleh segala macem di kono pikirnya.

Mukidi: “Ora enek..Bu.”

Buk Menik kasih instruksi, “Lebih dalam lagi, terus, terus. Ke kanan, ke kiri.”

Mukdi: “Nggak ada…Buk.”

Menik: “Ya sudah,”

Mukidi: “Lah terus endi kembalian saya????”

Buk Menik dengan enteng berkata, “Ongkos rogoh-rogoh sepoloh rebu Cak, sampeyan kira goh-rogoh nang njero kutang ku gratis.”

Mukidi hanya garuk-garuk kepala sambil nyengir karo ngemut jempol sikile..

sumber: fb

0 comments

Post a Comment